Yang memberatkan dalam Mahar Maskawin

Bagaimana pandangan hukum Islam tentang mas kawin yang sangat memberatkan dan berlebihan / mahal? Mungkin untuk konteks Indonesia hal ini tidak banyak terjadi mengingat di Indonesia, mas kawin umumnya sederhana dan tidak mahal. Namun, untuk konteks Negara-negara arab semisal Mesir, Saudi Arabia dan yang lainnya, mahar sangatlah mahal dan memberatkan kaum laki-laki. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila umumnya kaum laki-laki menikah di atas kepala tiga (umumnya menikah setelah usia 35 tahun), karena mereka harus mengumpulkan uang sebanyak mungkin demi membayar mahar yang sangat mencekik. Sebaliknya, akibat mahar yang mahal ini, banyak gadis-gadis tua belum menikah. Yang terjadi? Mereka gadis-gadis tua "siap" menjadi isteri-isteri kedua, ketiga bahkan isteri simpanan.


Bukan hanya itu, dengan mahalnya mahar dan biaya pernikahan ini, banyak terjadi pernikahan Urfi di kalangan anak-anak muda sebagaimana telah disinggung dalam makalah sebelumnya Meski di Negara Indonesia, persoalan mahalnya mas kawin tidak menjadi masalah, akan tetapi di beberapa tempat dan daerah, umumnya juga sama dengan adat Arab, mahalnya mas kawin. Untuk itu, mari kita sama-sama perhatikan bagaimana Islam melihat masalah di atas.

1. Hal paling pertama yang harus ditegaskan di sini, bahwa dalam ajaran Islam, pada dasarnya mas kawin itu tidak boleh memberatkan ia harus ringan dan memudahkan. Perhatikan hadits-hadits berikut ini:

 

ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﷲا لﻮﺱر لﺎﻗ )) : ﻩﺮﺴﻳأ قاﺪﺼﻟا ﺮﻴﺥ (( ] ﻢآﺎﺤﻟا ﻩاور [

 

Artinya: Rasulullah saw bersabda: "Sebaik-baik mas kawin adalah yang paling meringankan" (HR. Imam Hakim).

 

ﺖﻠﺌﺱ ﺎﻤﻟ ﺔﺸﺋﺎﻋ ﻦﻋ : ﺖﻟﺎﻗ ؟ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﷲا لﻮﺱر قاﺪﺹ نﺎآ ﻢآ )) : ﻪﻗاﺪﺹ نﺎآ ﺎﺸﻥو ﺔﻴﻗوأ ةﺮﺸﻋ ﻰﺘﻨﺛ ﻪﺟاوزﻷ , ﻢهرد ﺔﺋﺎﻤﺴﻤﺥ ﻚﻠﺘﻓ , ﻪﺟاوزﻷ ﷲا لﻮﺱر قاﺪﺹ اﺬﻬﻓ (( ] ﻢﻠﻤﺴﻣ ﻩاور [

 

Artinya: Dari Siti Aisyah ketika ditanya, berapa mas kawin Rasulullah saw? Siti Aisyah menjawab: "Mas kawin Rasulullah saw kepada isteri-isterinya adalah dua belas setengah Uqiyah (nasya' adalah setengah Uqiyah) yang sama dengan lima ratus dirham. Itulah mas kawin Rasulullah saw kepada isteri-isterinya" (HR. Muslim).

 

ﻢﻠﺱو ﻪﻴﻠﻋ ﷲا ﻰﻠﺹ ﷲا لﻮﺱر لﺎﻗ )) : ﺎﻗاﺪﺹ ﻦهﺮﺴﻳأ ﺔآﺮﺑ ءﺎﺴﻨﻟا ﻢﻈﻋأ ] (( ﻢآﺎﺤﻟا ﻩاور ﻰﻘﻬﻴﺒﻟاو [

Artinya: Rasulullah saw bersabda: "Wanita yang paling banyak berkahnya adalah yang paling ringan mas kawinnya" (HR. Hakim dan Baihaki).

Demikian juga dengan hadits-hadits sebelumnya yang menerangkan bahwa mas kawin tersebut dengan cincin dari besi, masuk Islam dan membebaskan budak. Semua ini menunjukkan bahwa mas kawin yang paling baik adalah yang ringan tidak memberatkan. Bahkan, dalam hadits di atas disebutkan, mas kawin yang ringan akan membuat rumah tangganya lebih berkah dan langgeng.

 

2. Apabila si calon suami berada dalam kelapangan rizki, dan kaya, maka sebaiknya ia memperbanyak mas kawinnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Shahih riwayat Imam Abu Daud dan Nasai bahwa Raja Najasyi pernah menikahkan Rasulullah saw dengan Ummu Habibah dengan mas kawin empat ribu dirham, padahal mas kawin Rasulullah saw dengan isteri-isterinya yang lain tidak lebih dari 400 dirham.

Ini menunjukkan bahwa apabila calon suaminya memang orang yang kaya, maka sebaiknya memberikan mahar yang besar, namun apabila tidak mampu dan miskin, maka tidak boleh memberatkan dan tidak boleh terlalu memaksakan diri. Hadits di atas juga sebagai dalil bahwa mas kawin boleh bersumber dari pemberian seseorang, tidak mesti dari usaha sendiri, sebagaimana dalam hadits di atas, mas kawin Rasulullah saw dibayarkan oleh Raja Najasyi.


Sumber

https://id-id.facebook.com/notes/panduan-pernikahan-dalam-islam/penjelasan-lengkap-seputar-maharmas-kawin-part-1-pra-nikah-/127097107344634





Terimakasih banyak sudah menginformasikan keberadaan www.maskawinmu.com kepada keluarga, saudara, teman dan sekitar anda
Share this article :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Yang memberatkan dalam Mahar Maskawin"
 
Copyright © 2014 Maskawinmu - All Rights Reserved - DMCA
Modified Template ByMadja