Wednesday, October 7, 2015

Tips persiapan prewedding dan acara pernikahan agar sempurna

Mendekati hari bahagia...wach seru pastinya ya...? 
Aih siapa bilang seru....pening pastinya tau...gubrak gabruk sana sini buat persiapan. Semuanya harus bagus, harus ok, harus wach, harus spektakuler hadeeeeee kalau nurutin kata orang mah capek sendiri dan ujungnya hanya ingin mendapatkan kata ..."waaaah".... Gitu doang....g penting banget kan.

Dari pada sibuk ngurusin apa kata wach...mendingan persiapan prewed dan pernikahan
siapkan mental dulu
- Yang penting jaga kondisi dulu
- Prepare jauh-jauh hari sehingga tau apa yang belum ada
- Tanya kanan kiri adat atau umunya bagaimana
- Sesuaikan dengan kemampuan
- Tak perlu dengarkan orang, mau bagus mau jelek, mau mewah atau mau biasa, mau daging ayam atau daging gajah....omongan orang pasti ada



Buatlah cek list semua persiapan preweding dan pernikahan
- Surat kelolosan dan Ijin Desa, KUA, Kantor
- Dekor dan Rias (tema, warna, berapa gantinya)
- Alat Dapur (dari yang kecil sampai besar, dari belakang sampai atas meja)
- Masakan (dari bahan, sajian apa, hidangan gimana)
- Pewedding (waktu, lokasi, rias, kamera)
- Undangan (siapa yang di undang, konsep, jumlah, warna)
- Hantaran (apa saja, berapanya)
- Maskawin (apa dan berapa)
- Pengiring
- Waktu
- Tempat
cobalah buat list agar mudah dan teratur menghindari persiapan yang terlupakan. Karena ini adalah acara besar melibatkan semua orang, maka akan lebih tersistem dan mudah dalam mengkoordinasinya.


Semua cobalah untuk prepare jauh hari, karena hal yang buru-buru itu selain hasil kurang baik, ketinggalan dan terlupakan itu pasti ada. Cobalah komunikasi dan diskusi dengan pasangan dan keluarga bagaimana baiknya. Agar persiapan prewedding dan pernikahan kita sempurna.

Sebagai calon pengantin, ini adalah gerbang pendewasaan. Cobalah jangan egois, cobalah menerima saran orang tua dan pasangan kita. Jangan keras kepala hanya ingin bagus atau memaksa orang tua agar semua bagus. Nurut dan patuhlah orang tua, sebentar lagi kita akan meninggalkannya. Lihat kondisi dan kemampuan mereka. 


Hal terpenting bukanlah acara pernikahannya, tetapi kehidupan setelahnya

No comments: