Monday, October 19, 2015

Yang perlu diperhatikan dalam Persiapan Pernikahan



 

Dalam kebebasan berekspresi dan berkarya di jaman sekarang orang lebih memilih sesuatu hal yang baru, yang unik, dimana orang belum pernah punya atau melakukan. Hal ini menjadi trand tersendiri buat kawula muda Indonesia. Untuk hari paling bahagia ini tak akan terlewat begitu saja. Berusaha sekuat tenaga agar moment sekali seumur hidup ini penuh dengan kesan mendalam.

Bisa di bayangkan hal-hal aneh bin unik pasangan sekarang melakukan persiapan dan acara pernikahannya. Sebagai contoh :

Preweding
Jaman sekarang acara pernikahan hampir semua terpajang poto berdua menghiasi gedung acara pernikahan. Tak tanggung-tanggung para pasangan menyewa studio foto dengan lokasi-lokasi yang extreem. Seperti di atas jurang, mendaki gunung, ombak laut, arus sungai dsb. Ada sebuah kebanggaan sendiri tentunya

Undangan
Kalau dulu kertas ini dibaca dibuang, sekarang desain unik, bahan berfariasi, model pun tak mau biasa. undangan dibuat agar bisa bermanfaat atau ada juga undangannya berupa bingkisan. Masing-masing adat dan lingkungan sangat menunjang hal ini.

Waktu pernikahan
Dari waktu pernikahan yang dahulu mencari hari baik, untuk jaman sekarang semua hari adalah baik. Dan hari paling baik adalah Sabtu-Minggu atau hari libur disaat awal bulan “GAJIAN”. Siap-siap dech tiap bulan bertebaran undangan hahaha...

Gedung Pernikahan
Lokasi pernikahan pun sekarang menjadi bahan rundingan penting. Kalau dahulu harus dilaksanakan di rumah, sekarang rumah sudah nomer sekian. Dengan alasan sempit, susah terjangkau, tak mau repot beres-beres, gengsi dan apalah alasan, sehingga memilih di pinggir laut, di lapangan, di stadion, di gedung mewah dll.

Pakaian
Pakaian adat pun sudah ditinggalkan dengan gaun-gaun panjang nan mahal. Pakaian pesta di desain sedemikian rupa by custom. Sehingga orang berbondong-bondong mencari literature gaun pernikahan yang mengagumkan.

KUA
Urusan KUA berlabel larangan UU saja siap di terjang, enggan nikah di KUA. Berani bayar mahal 
dengan melanggar UU dengan mengundang KUA keluar kantor dan di luar jam kerjanya.

Mahar
Kalau dahulu hanya di amplop, sekarang uang maskawin dibentuk dan dihias menjadi berbagai model seperti masjid, wayang, logo, symbol dan sebagainya berbagai keunikan yang diinginkan oleh pasangan sehingga menjadi kebanggan tentunya.

Memang ini adalah hak semua orang dalam memilih keputusannya. Uang bisa dicari tetapi kepuasan menjadi nomer satu. Padahal agama 
menganjurkan untuk tidak memberatkan dalam pernikahan, dan juga dilarang dalam berlebih-lebihan.

Tak sedikit uang yang dikeluarkan dalam pesta pernikahan. Pesta yang hanya 1-3 hari menguras seluruh tenaga, pikiran, waktu dan uang. Makna dari pesta pernikahan itu sendiri seakan tersampingkan saat perjalanan setelah menikah. Pasang surut terpaan kehidupan menjadi pelajaran yang berharga.

Untuk para calon pengantin..
Tak perlu berlebihan, tak perlu malu atau mengharap waaach orang. Lihat kondisi dan orang tua kita. Walau itu hasil kerjamu sendiri tetapi masa depan, masa setelah nikah itu yang terpenting. Jangan kau hambur-hamburkan uang hanya untuk pesta yang berlebihan. Sedikit maupun banyak, sederhana maupun mewah orang akan selalu mencibir.
Apapun itu sesuaikan kemampuan diri dan buang rasa Gengsi

No comments: